Office Address Jl. Tompello 8 Kupang - NTT 85112. Telp. (0380) 833437, 833149, 827255, 8254444, Fax. (0380) 833149 E-mail : info@rrikupang.com

RRI Kupang Jl. Tompello 8


Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI Kupang mempunyai tugas memberikan informasi, hiburan dan pendidikan bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui siaran Radio. Untuk itu RRI Kupang mengudara dengan 3 programa, yakni :



PROGRAMA 1

Dengan Format Edutainment, Pro1 Kupang Mengudara Dengan Dua Pemancar Yakni Am 1107 Khz Dan Fm 94,4 Mhz Di Kupang, Dan Diperkuat Pemancar Ralay Di Naibonat Sehingga Dapat Menjangkau Sebagian besar Wilayah NTT, Menemani dan Menginspirasi Keluarga Flobamora Dari Pukul 05.00 Hingga 24.00 Wita


PROGRAMA 2

Dengan format Siaran Infotainment. Mengudara menggunakan Pemancar Fm 90,9 mhz di Kupang. Dengan coverage area kota Kupang dan sekitarnya.Sekmentasi pendengarnya berusia 12 s/d 25 tahun, Pro2 Kupang menemani Sahabat Kreatif dari pukul 05.00 hingga 24.00 wita


PROGRAMA 3

Dengan Format Siaran Berita Dan Informasi, Mengudara Dengan Pemancar Fm 101,9 Mhz, Menghadirkan Berita Dan Informasi 24 Jam Non Stop Untuk Masyarakat Kota Kupang Dan Sekitarnya


MEDIA PROMOSI YANG EFEKTIF

Dengan coverage area yang menjangkau sebagian besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, RRI Kupang menjadi media yang efektif untuk Promosi Produk Anda

Lobi Utama RRI Kupang


Gallery

  • tes
  • 2
  • 3

4/08/2014

MINIMNYA FASILITAS PENUNJANG PILEG 2014 DI DESA-DESA KABUPATEN ROTE NDAO

Tim Quick Count RRI Kupang telah dilepas secara resmi senin kemarin (7/4/2014) oleh Kepala LPP RRI Kupang, Enderiman Butar Butar. Masing-masing akan melaksanan tugas di 16 TPS sampel yang tersebar di daratan Timor, Sumba dan Rote Ndao.

Salah satu TPS di Kelurahan Lifuleo Kecamatan Landu Leko wilayah daratan Rote Ndao mengharuskan tim menggunakan perahu rakit yang disediakan masyarakat setempat.

Kepala Desa Lifuleo, Herman Matasine mengatakan, Desa Lifuleo adalah salah satu desa dari beberapa desa di Kabupaten Rote Ndao yang belum mendapatkan akses Listrik dari PLN, Jaringan Komunikasi Seluler (Signal Hand phone) dan Transportasi Darat yang kurang baik sehingga mengharuskan memakai jasa Penyeberangan laut menggunakan rakit. Dia mengharapkan bantuan Pemerintah agar fasilitas-fasilitas Transportasi, Komunikasi Dan Penerangan bisa diperhatikan khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Kendala-kendala tersebut tentunya mengakibatkan kurangnya Sosialisai PEMILU LEGISLATIF 2014 untuk masyarakat desa dan hal-hal penting lainnya terkait PILEG 2014 tegas Herry kepada Tim Quick Count RRI Kupang. (Deddy)

RRI Kupang Lepas Tim Quick Count Pileg 2014

KBRN, Kupang : Tim Quick Count Pemilu Legislatif 2014 Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Kupang, Senin,(7/4/2014) siang dilepas Kepala LPP RRI Stasiun Kupang, Enderiman Butar-Butar.

Tim Quick Count Pemilu yang terdiri dari reporter dan relawan dilepas untuk melaksanakan tugas di 16 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampel di daratan Timor, Sumba dan Rote Ndao yang menjadi tanggung jawab LPP RRI Stasiun Kupang.

Tim Quick Count Pemilu Legislatif 2014 LPP RRI Kupang selain melaksanakan tugas melaporkan hasil perhitungan suara di TPS sampel, juga melakukan laporan cepat (quick report) terhadap setiap perkembangan yang terjadi di wilayah tugasnya masing – masing.

Kepala LPP RRI Stasiun Kupang, Enderiman Butar-Butar, meminta semua Tim Quick Count untuk melaksanakan tugas secara baik dan bertanggung jawab demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014.

“Dengan ini secara resmi saya berangkatkan dan laksanakan tugas ini dengan baik dan jaga keamanan diri,“ ujarnya.

Kepada semua anggota Tim Quickcount, Enderiman juga mengingatkan agar dalam melaksanakan tugas harus bersikap netral, tidak memihak, serta mementingkan kepentingan masyarakat demi terwujudnya pemilu yang damai dan berkualitas.

“Saya ingatkan, agar bersikap netral, jangan memihak dan harus mengutamakan kepentingan masyarakat, “ tegasnya menambahkan.

Dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014, LPP RRI secara Nasional melaksanakan Quick Count dengan mengambil 2000 TPS sebagai TPS sampel.

Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) jumlah TPS sampel sebanyak 40 TPS dengan rincian 16 TPS menjadi tanggung jawab RRI Kupang, 18 TPS untuk RRI Ende dan 6 TPS untuk RRI Atambua. (Chris Adoe/DS)

KPU NTT Nyatakan Logistik Pemilu Sudah Utuh di KPU Kabupaten/Kota

KBRN, Kupang : Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Depa menyatakan, persiapan Pemilu Legislatif khususnya logistik sudah utuh berada di semua KPU kabupaten/Kota di NTT.

Menurut Jhon Depa, semua logistik yang sudah berada di KPU Kabupaten/Kota saat ini dalam proses pengepakan untuk di distribusi ke TPS-TPS sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.

“Secara keseluruhan, logistik untuk kebutuhan pada pemungutan suara Rabu (9/4/2014) nanti sudah utuh di KPU Kabupaten/Kota. Sekarang tinggal finalisasi untuk distribusi ke TPS,” kata Ketua KPU NTT Jhon Depa dalam pertemuan Bakohumas di Kupang, Sabtu (5/4/2014).

Untuk logistik yang akan di gunakan pada tahapan rekapitulasi di tingkat PPS, PPK dan KPU Kabupaten/Kota pasca pemungutan dan perhitungan suara, Jhon Depa menjelaskan, masih dalam proses pengiriman. Namun ia menjamin logistik tersebut bisa di penuhi sesuai jadwal yang ada.

Ketua KPU NTT Jhon Depa mengharapkan dukungan dari semua komponen masyarakat terutama dalam mendorong masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya demi suksesnya pelaksanaan Pemilu Legislatif (9/4/2014) mendatang. (Chris Adoe/HF)

KPU NTT Memikirkan Cara Pendampingan Bagi 65 Orang Gila

KBRN, Kupang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memikirkan cara untuk mendampingi 65 orang dengan kondisi hilang ingatan pada pemungutan suara Pemilu Legislatif (9/4/2014) mendatang.

Anggota KPU Provinsi NTT Yosafat Koli mengatakan, sesuai rekomendasi Komnas HAM RI, 65 orang pemilih di NTT dengan kondisi hilang ingatan yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap memiliki hak suara pada Pemilu mendatang. Oleh karenanya secara teknis KPU NTT masih memikirkan bagaimana cara untuk memberikan pendampingan bagi ke 65 orang tersebut pada hari H Pemilu.

“Kita juga sedang memikirkan bagaimana caranya melakukan pendampingan bagi 65 orang pemilih yang hilang ingatan," kata Yosafat Koli, Kamis (3/4/2014) di Kupang.

Secara kelembagaan KPU, menurut Yosafat Koli tetap siap untuk melaksanakan apa yang menjadi rekomendasi Komnas HAM RI tersebut. Hal ini karena sikap KPU yang akomodatif dan melindungi hak Pemilih.

“Kami tetap siap melaksanakan rekomendasi Komnas HAM itu, agar tidak terjadi diskriminasi terhadap hak asasi dari warga Negara," tegas Yosafat.

65 orang pemilih dengan kondisi hilang ingatan, sebelumnya sempat di keluarkan KPU NTT setelah melakukan penyempurnaan DPT. Namun sesuai rekomendasi Komnas HAM RI data tersebut kembali di masukan. (Chris Adoe/AKS)

Terkendala Medan Dan Minim Transportasi 2 Wilayah Di NTT Distribusi Logistik H M

KBRN-Kupang, Distribusi logistik Pemilu Legislatif di 2 wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masing – masing Raijua di Kabupaten Sabu Raijua dan Amfoang di Kabupaten Kupang akan di lakukan pada H min 7.

Juru bicara KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe menjelaskan, distribusi logistic ke 2 wilayah tersebut lebih awal dilakukan, karena pertimbangan medan yang cukup berat dan minimnya sarana transportasi ke wilayah tersebut.

“ Khusus wilayah Raijua dan Amfoang, distribusi logistik akan dilakukan H min 7, “ kata Jubir KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe, Selasa,(1/4/2014) di Kupang.

Secara umum, menurut Maryanti Luturmas Adoe semua logistik Pemilu Legislatif yang pengadaannya di lakukan oleh KPU Provinsi NTT sudah di distribusi dan di terima oleh ke KPU Kabupaten/Kota di daerah masing - masing. Namun di akuinya, masih ada beberapa formulir yang dalam perjalanan di kirim oleh rekanan ke kupang.

“ Jadi yang masih dalam perjalanan di kirim ke Kupang oleh rekanan, yakni formulir C 1 plano, lampiran C 1, formulir seri D, DA, DB dan DC, “ jelas Maryanti Adoe.

Untuk fornulir Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Calon Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, menurut Maryanti Adoe sedang dalam proses pencetakan. (Chris Adoe)